|
Semua tentu sependapat bila disebut bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang terus berpijak pada akar budayanya, kemanapun bangsa tersebut berkembang. Apalah arti nilai-nilai adiluhung yang terkandung dalam budaya tersebut apabila kelak hanya akan terhenti pada satu generasi. Seberapa erat sang penerus menjaga akar budayanya pun akhirnya menjadi satu faktor penentu kebesaran sebuah bangsa. Budaya Jawa, sebagai satu dari sekian ragam budaya yang dimiliki bangsa kita, kini tengah berdiri menghadapi tantangan yang juga menjadi tantangan setiap budaya di dunia, modernisasi. Sebuah perjuangan yang jika tidak dilakoni dengan sepenuh hati oleh kita para penerusnya dapat berujung pada lunturnya atau bahkan hilangnya nilai-nilai luhur budaya Jawa. Sungguh harga yang teramat mahal. Kita patut bersyukur bahwa sejak dahulu budaya Jawa tumbuh sebagai budaya yang memiliki sensibilitas dan fleksibilitas yang tinggi terhadap perubahan-perubahan di sekitarnya. Ia mampu melebur pada setiap perbedaaan dengan tetap memperlihatkan karakter khasnya. Nilai-nilai serta pemikiran-pemikiran yang terkandung di dalamnya pun tak pernah lekang oleh waktu, menjadikannya sebagai budaya yang kokoh menghadapi gerusan jaman. Namun tentu itu semua tak lantas membuat kita terbebas dari kewajiban kita dalam menjaga kelanggengan budaya Jawa. Karena pada akhirnya budaya apapun tak akan mampu berjuang sendiri melawan jaman tanpa dukungan para penerusnya yang tanpa berkesudahan melestarikan dan mempraktekkan nilai-nilai di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang mendorong kami sebagai penerus sekaligus pencinta budaya Jawa untuk menghadirkan seni dan budaya Jawa di Jakarta melalui Sanggar Jawa Jawi Java. Melalui wahana ini, kami berharap kita dapat secara bersama-sama menjaga kelanggengan budaya Jawa serta mempelajari, mengapresiasi serta memupuk minat bersama terhadap seni dan budaya Jawa, khususnya budaya Jawa Tengah, Solo dan Yogyakarta. Hingga pada akhirnya kita dapat secara bersama-sama berjuang dalam nguri-uri kabudayan Jawi di tengah era modernisasi ini. |